Akun email, media sosial, dompet digital, dan aplikasi kasir kini menjadi pintu masuk ke hampir semua urusan usaha. Jika satu akun dibobol, pelaku bisa mengirim pesan atas nama Anda, mengubah nomor rekening di faktur, atau mengunci Anda dari akun sendiri. Pengamanan dasar yang konsisten sudah menutup sebagian besar risiko itu.

Mulai dari akun email

Email adalah kunci utama. Hampir semua layanan lain memakai email untuk fitur lupa kata sandi, sehingga siapa pun yang menguasai email Anda bisa mengambil alih akun lainnya. Amankan akun email terlebih dahulu, baru akun lain.

Buat kata sandi yang kuat dan berbeda-beda

  • Gunakan minimal 12 karakter. Frasa panjang yang mudah Anda ingat, misalnya empat atau lima kata acak, lebih kuat dan lebih mudah diingat daripada kombinasi pendek yang rumit.
  • Jangan memakai kata sandi yang sama di beberapa layanan. Ketika satu layanan bocor, pelaku akan mencoba kata sandi itu di layanan lain.
  • Hindari tanggal lahir, nama usaha, nomor telepon, atau urutan seperti 123456.

Gunakan password manager

Mengingat puluhan kata sandi panjang tidak realistis. Password manager menyimpannya dalam brankas terenkripsi, membuatkan kata sandi acak, dan mengisinya otomatis hanya pada situs yang benar. Anda cukup menghafal satu kata sandi utama yang kuat. Banyak pilihan tersedia, baik bawaan browser dan ponsel maupun aplikasi tersendiri.

Aktifkan verifikasi dua langkah

Verifikasi dua langkah (2FA) meminta bukti kedua selain kata sandi. Meski kata sandi bocor, pelaku masih terhalang. Urutan pilihan dari yang lebih aman:

  1. Kunci keamanan fisik atau passkey, paling tahan terhadap penipuan.
  2. Aplikasi autentikator, yang menghasilkan kode berganti setiap beberapa detik.
  3. Kode lewat SMS, lebih baik daripada tanpa 2FA, tetapi bisa disasar lewat pengalihan nomor.

Simpan kode pemulihan dari tiap layanan di tempat aman, misalnya dicetak dan disimpan di laci terkunci. Tanpa kode itu, ponsel yang hilang bisa berarti akun ikut hilang.

Kelola akses karyawan

  • Beri setiap karyawan akun sendiri, jangan berbagi satu login untuk semua orang.
  • Berikan hak akses sesuai kebutuhan kerja saja.
  • Segera cabut akses ketika karyawan berhenti bekerja, termasuk dari grup dan akun media sosial usaha.
  • Jika terpaksa berbagi akun, gunakan fitur berbagi di password manager agar kata sandi tidak dikirim lewat chat.

Waspadai tanda akun diretas

Periksa jika ada notifikasi login dari lokasi asing, pesan terkirim yang tidak Anda buat, perubahan nomor telepon atau email pemulihan, atau tiba-tiba keluar dari akun di semua perangkat. Bila terjadi, segera ganti kata sandi dari perangkat yang tepercaya, keluarkan semua sesi aktif, dan periksa pengaturan penerusan email karena pelaku sering menambahkan aturan penerusan diam-diam.

Daftar periksa singkat

  • Email utama sudah memakai kata sandi unik dan 2FA.
  • Semua akun penting punya kata sandi berbeda yang tersimpan di password manager.
  • Kode pemulihan tersimpan di tempat aman.
  • Akses karyawan ditinjau minimal setiap tiga bulan.

Pengamanan akun bukan proyek sekali jadi. Luangkan satu jam untuk membereskan akun terpenting hari ini, lalu tinjau ulang secara berkala.